Memang penting untuk mencontohi kebaikan-kebaikan oleh kawan
sekeliling kita, kadang-kadang kita dibuat kagum oleh kebolehan beberapa teman
dalam pergaulan, dalam berpidato, dalam kepimpinan, dalam berorganisasi dan
lain-lain.
Adakalanya juga kerana
hal-hal tersebut rasa tidak percaya diri kita timbul, rasa rendah diri
dan selalu merasa disisihkan. Akibatnya kita ingin diri kita juga dihormati dan
dikagumi seperti mana orang lain, akhirnya jalan yang ditempuh adalah mencuba
untuk menjadi orang lain.
Memang baik untuk mencontohi kawan-kawan yang mempunyai
sesuatu kebolehan, tapi apa yang tidak baiknya adalah secara tidak sedar kita
mencuba untuk menjadi orang lain.
Permata tetaplah permata, di mana ia berada ia akan tetap
permata, ia tidak akan pernah mencuba untuk menjadi batu-batu biasa yang lain,
inilah yang membezakan antara orang yang hebat dan tidak. Sebaliknya batu biasa
tetaplah hanya sebutir batu dari sekian banyaknya batu.
Kiasan diatas diibaratkan antara orang yang berilmu dan
orang yang hanya ikut-ikutan. Kata ustaz ku di Gontor dulu; ‘menjadi kepala
ikan bilis lebih baik daripada menjadi ekor ikan hiu’.
Kita haruslah mempunyai sebuah prinsip atau sebuah pegangan
yang membezakan kita dengan orang lain.
Orang yang merasa dirinya rendah, tidak berguna dan selalu
merasa disisihkan oleh sekelilingnya akan berusaha untuk menampakkan dirinya
antara lingkungannya, namun cara yang digunakan kadang-kadang bersifat negatif,
dengan cara merendahkan orang lain ataupun meremehkannya.
Adakah cara ini berkesan? Ya ia berkesan, sesaat sahaja tapi
setelah itu pada hakikatnya ia menampakkan kelemahannya dirinya sendiri.
Seperti yang dikatakan tadi, permata tetaplah permata, ia
tidak kisah dengan apa yang dilakukan oleh orang lain. Secara tidak sedar,
suatu hari nanti akan terbukti siapa yang benar dan siapa yang salah.
Sejauh mana seseorang dalam mengawal emosinya, sehebat itu
jugalah dirinya. Orang yang kerjanya hanya menghina dan merendahkan orang lain
tidak akan maju dan akan selalu terhina dan direndahkan oleh lingkungannya
sendiri.
Mengalah bukan bererti kalah, kesabaran diperlukan dalam
pergaulan, tapi adakalanya kita harus bersikap tegas, dengan segala resiko yang
akan terjadi, namun ini adalah pembuktian sikap ‘pertengahan’ dalam menyikapi
suatu permasalahan.
Kata pepatah arab yang bermaksud, “janganlah engkau terlalu
lembut sehingga kau mudah di bengkokkan, dan janganlah engkau terlalu keras
sehingga engkau mudah dipatahkan”
Ayahku selalu berpesan: “jika seseorang menyakitimu, biarkan
ia melakukannya, sesungguhnya ia tidak hanya melakukan hal itu kepadamu, tapi
ia telah melakukannya kepada teman-temannya yang lain, dan tidak mungkin satu
orang pun dari mereka tidak membalasnya. Serahkan permasalahan tersebut kepada
Allah! Dia maha adil.”
Semoga Allah selalu membimbing kita ke arah kebenaran, dan
memberikan kita kekuatan dalam mengharung cabaran hidup ini dan mengumpulkan
kita bersama para Rasul, Nabi dan sahabat-sahabatnya di Firdausnya nanti. Amin
Madinah, 23/01/2012
02:48 PM
0 comments:
Post a Comment